Alhamdulillah, malam ini aku dan bini jugo anak anak anak makan sahur pertama,
beda cak tahun kemarin tahun ini aku la sahur dengan empat wong, nambah sikok anak gadisku, puaso kemarin belum ado.oh yo ramadhan ini tahun kedua kami tingga di komplek perumahan griya praja permai. yang puaso kemarin, masih sepi nian sekarang sudah ramai.
hebatnyo lagi malam pertamo sahur ini, bangun galo, anak bujang danga gadisku bangun, walau mereka masih keci kecil tapi mereka mesti tahun ini yang namonya sahur
Semoga allah menerima semua amal ibadah di ramadhan ini
Sunday, July 31, 2011
Thursday, July 28, 2011
MAAF LAHIR BATHIN
duo hari lagi puaso tepatnyo insyallah hari senin 1 agustus 2011,
nah supayo puaso kito jalannnyo bagus, yo kito bersih bersih maksudnyo bersih hati atu jiwa ini, uji pak ustadz kito harus saling maaf pan antara dulur kawan, jiron tetanggo. gunonyo untuk membersihkan hati dalam perjalanan ke depan
ujung ujungnyo yo supayo pahalo puaso kito diterimo oleh Allah SWT
jadi dengan lapang dado aku dan kelaurgoku nak minta maaf untuk tingkah dan ssalah kato kami selamo ini
dan semoga kito termasuk wong wong yang beruntung pada bulan puaso (amin)
nah supayo puaso kito jalannnyo bagus, yo kito bersih bersih maksudnyo bersih hati atu jiwa ini, uji pak ustadz kito harus saling maaf pan antara dulur kawan, jiron tetanggo. gunonyo untuk membersihkan hati dalam perjalanan ke depan
ujung ujungnyo yo supayo pahalo puaso kito diterimo oleh Allah SWT
jadi dengan lapang dado aku dan kelaurgoku nak minta maaf untuk tingkah dan ssalah kato kami selamo ini
dan semoga kito termasuk wong wong yang beruntung pada bulan puaso (amin)
Friday, July 22, 2011
SYA'BAN
Daka teraso bentar lagi la nak puaso, sekarang la di ujung sya'ban
aku cari cari di internet tentang sya'ban nah ku tuliske lagi, baco baco kamu tetang sya'ban ini bagus nian
Sya’ban adalah nama bulan. . Dan dikatakan sebagai bulan Sya’ban karena bulan tersebut sya’aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Sya’abanaat dan Sya’aabiin.
Shaum di bulan Sya’ban
. Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”(HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1957)
Sebagian ulama mngatakan
Puasa bulan Sya’ban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Sya’ban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.
Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam: “Sya’ban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan”, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung –bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Sya’ban. Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Sya’ban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.
Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan ‘Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia. Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah ta’ala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:
Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya’. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa. Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya.
Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga. Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Ma’qal bin Yassar: “Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku.” Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.
faedah dari puasa di bulan Sya’ban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.
Dan oleh karena Sya’ban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan shadaqah.
payo dulur dulur, siap -diap kito la nak puaso
Ya allah jumpakan kami di bulan ramdhan
(di ambek dari berbagai sumber dari internet jugo)
aku cari cari di internet tentang sya'ban nah ku tuliske lagi, baco baco kamu tetang sya'ban ini bagus nian
Sya’ban adalah nama bulan. . Dan dikatakan sebagai bulan Sya’ban karena bulan tersebut sya’aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Sya’abanaat dan Sya’aabiin.
Shaum di bulan Sya’ban
. Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”(HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1957)
Sebagian ulama mngatakan
Puasa bulan Sya’ban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Sya’ban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib. Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.
Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam: “Sya’ban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan”, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung –bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Sya’ban. Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Sya’ban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.
Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan ‘Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia. Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah ta’ala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:
Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya’. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa. Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya.
Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga. Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Ma’qal bin Yassar: “Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku.” Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.
faedah dari puasa di bulan Sya’ban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.
Dan oleh karena Sya’ban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Qur’an, dan shadaqah.
payo dulur dulur, siap -diap kito la nak puaso
Ya allah jumpakan kami di bulan ramdhan
(di ambek dari berbagai sumber dari internet jugo)
Friday, July 15, 2011
PUASO LA DEKAT
Bunyi petasan la banyak nian, budak budak la nabuh petasa tu artinyo la nak dekat puaso nian
dak teraso puaso la tinggal berapo hari lagi,
nah bagi dulur- dulur siap siap, mak madai tiap tahun dak katek perubahan alias makitu terus,
cobo tahun ini kito tekad ke, aku nak puaso full dak katek pecah dan aku jugo nak terawih penuh
kato ustadz, di bulan itu segala doa dikabulkan, nah berdoa la banyak banyak, baiar kito nih selalu bahagai dunia aherat
sebelum berpuaso, mari kito saling maaf maafke sesamo kito, biar habis doso mengahdapi bulan penuh berkah ini
dak teraso puaso la tinggal berapo hari lagi,
nah bagi dulur- dulur siap siap, mak madai tiap tahun dak katek perubahan alias makitu terus,
cobo tahun ini kito tekad ke, aku nak puaso full dak katek pecah dan aku jugo nak terawih penuh
kato ustadz, di bulan itu segala doa dikabulkan, nah berdoa la banyak banyak, baiar kito nih selalu bahagai dunia aherat
sebelum berpuaso, mari kito saling maaf maafke sesamo kito, biar habis doso mengahdapi bulan penuh berkah ini
Subscribe to:
Posts (Atom)






